Majukan Pendidikan Kaltim, Isran-Hadi Luncurkan Digitaliasi Pendidikan

Pendidikan

Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan pelopor peradaban di Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya situs kerajaan tertua di Indonesia, yakni Kerajaan Kutai Martadipura. Kerajaan tertua di Indonesia ini terletak di Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara. 

Memiliki luas 127.346,92 kilometer persegi, Kaltim merupakan provinsi terluas di ke-4 di Indonesia. Dengan jumlah penduduk pada 2019 mencapai 3,6 juta jiwa.  Sebagai provinsi besar dengan berbagai potensinya, Kaltim memiliki tantangan untuk mewujudkan generasi muda yang mampu menjadi tumpuan dan harapan bangsa Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang berkelanjutan. 

Untuk itulah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim di bawah kepemimpinan Isran Noor dan Hadi Mulyadi mengusung visi “Berani Untuk Kalimantan Timur Berdaulat”. Di mana salah satu misinya mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, berprestasi, dan mampu bersaing.

Saat ini, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltim menduduki peringkat ketiga di atas rata-rata nasional dibandingkan dengan provinsi lain. IPM memiliki 3 komponen yaitu, angka harapan hidup, tingkat pendidikan, dan tingkat kehidupan layak.

Secara umum, IPM Kaltim meningkat dari 71,31 pada 2010 menjadi 75,83 pada 2018. Pada periode 2017-2018, IPM Kaltim berhasil tumbuh 0,95 persen. Saat ini pembangunan manusia Kaltim berstatus “tinggi”.

Masing-masing komponen pembentuk IPM Kaltim mengalami peningkatan. Adapun nilai atau capaian uhh, harapan lama sekolah (HLS), rata-rata lama sekolah (RLS) dan pengeluaran per kapita disesuaikan, masing- masing sebesar 73,96 tahun, 13,67 tahun, 9,48 tahun, dan 11,92 juta rupiah.

Untuk terus memajukan pendidikan di Kaltim, Dinas Pendidikan membuat masterplan digitalisasi pendidikan dengan jargon Kaltim Tuntas. Masterplan digitalisasi ini meliputi: Budgeting, Kebijakan, Infrastruktur, dan Kurikulum. Adapun program tersebut diluncurkan, Senin (25/11/2019) di Plenary Hall (Convention Hall), Jalan KH Wahid Hasyim, Sempaja, Samarinda. 

Program masterplan digitalisasi pendidikan di Kaltim yang diluncurkan ini memiliki 3 pondasi utama. Pertama infrastruktur, Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim menyediakan jaringan fiber optic dan bandwidth. Lalu fasilitas dengan membagikan laptop dan komputer. Terakhir sistem, yakni membuat aplikasi bahan ajar digital dan pengembangan praktik Long Distance Learning.  Dengan mengarungi samudera digitalisasi Disdik siap menyambut masa depan pendidikan Kaltim ke depan ke arah yang lebih baik.

Selain meluncurkan program digitalisasi pendidikan, dalam kesemptan ini Pemprov Kaltim melalui Disdik Kaltim juga memberikan secara simbolis bantuan komputer untuk pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk SMAN 1 Long Bagun, Kubar, SMKN 3 Sendawar, SMAN 5 Berau dan SMAN 16 Samarinda. Turut dilakukan penyerahan Beasiswa Kaltim Tuntas 2019, berupa pemberian kartu Beasiswa Tuntas untuk program D-3 sampai dengan S-3.

Dee

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *