Gelar Lomba Baris Berbaris Tingkat SLTA, Kesbangpol Ingin Bangun Jiwa Cinta Tanah Air Berlandas Wawasan Kebangsaan

Sosial Budaya

Tak bisa disangkal jika puncak-puncak kenakalan remaja biasa terjadi di usia SMA. Tahap transisi seseorang dari remaja menuju dewasa yang dipenuhi rasa ingin tahu sebagai proses pencarian jati diri. Sebuah fase di mana diperlukan pengawasan lebih dan pembinaan mental untuk tidak gampang terpengaruh pada perilaku negatif.

Penegasan ini disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda Sucipto Wasis dalam kegiatan Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) Tingkat SLTA se-Kota Samarinda. Wasis menyebut anak-anak muda ini butuh dibimbing ke arah positif, mengingat maraknya peredaran narkoba yang menyasar kalangan milenial sebagai korbannya. Maka melalui LKBB diharapkan dapat menumbuhkan jiwa patriotisme dan rasa cinta tanah air.

“LKBB ini adalah cara Kesbangpol untuk bisa melaksanakan kegiatan positif pemuda yang bersifat keterampilan. Bukan hanya yang bermuatan fisik saja, tapi juga membangun mental dan karakter serta melatih kedisiplinan para peserta,” Wasis menguraikan.

Sucipto Wasis (Kepala Kesbangpol Samarinda

Digelar hanya satu hari, Selasa (3/9), LKBB diikuti 12 sekolah yang mengirimkan delegasinya. Dipusatkan di Halaman Parkir Rumah Jabatan Wali Kota, Jalan S Parman, hadir dalam acara ini, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, perwakilan Kementerian Agama, Polresta dan Dandim 0901.

Dalam laporannya Ketua Panitia LKBB, Abdul Sani menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari peringatan HUT RI ke-74. Serta upaya kembali menghidupkan kembali karakter bangsa yang berlandaskan pada Pancasila. Selain tentunya sebagai wahana menjalin silaturahmi antar sekolah yang ada di Samarinda.

“Harapannya melalui ajang ini dapat mencetak generasi muda cinta tanah air dan memiliki integritas serta melatih jiwa kepemimpinan,” Sani mengucap harapannya.

Ditambahkan Sani yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Samarinda itu, kegiatan ini sejalan dengan Permen Nomor 71 Tahun 2012. Di mana dalam peraturan ini melekat erat tentang wawasan kebangsaan sebagai cara pandang bangsa Indonesia untuk terus digalakkan. (dee)

Dee

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *