Silaturahmi Bersama Sahabat, Dua Anggota DPRD Ini Tak Ingin Dianggap Sombong

Umum

Terpilih menjadi anggota legislatif di kontestasi pileg lalu, dua sahabat Nidya Listyono dan Novan Syahronny tak pelak memiliki kesibukan baru. Bukan saja tugas-tugasnya sebagai legislator, tapi juga beberapa kesibukan lain di luar tupoksi mereka.

“Ya, kalau dulu biasa saya terima pesan SMS atau WA paling banter cuma sepuluh. Sekarang ini bisa ratusan pesan yang masuk,” Tyo (sapaan akrab Nidya Listyono) menyebut kesibukan lainnya.

Hal ini disampaikan Tyo di hadapan teman-temannya yang sengaja diundang sebagai bentuk menjaga silaturahmi. Dikatakan anggota DPRD Provinsi Kaltim itu, kegiatan ini dilakukan untuk menepis anggapan sebagian kawannya yang menganggap dirinya usai terpilih menjadi berubah.

Menurut pria lulusan SMAN 3 Samarinda ini, dirinya kerap mendengar selentingan yang menyebutnya sombong. Terlebih jika ada pesan di ponselnya yang tidak sempat ia buka. Untuk membalas ratusan pesan yang masuk, dikatakan Tyo merupakan hal yang tidak mungkin. “Berapa banyak waktu yang harus disiapkan kalau saya harus membalas satu persatu SMS atau WA yang masuk. Bisa-bisa nggak kerja saya,” selorohnya.

Di sisi lain Tyo mengharapkan rekan-rekannya bisa memahami posisinya saat ini. Menjadi anggota dewan baginya adalah amanah yang harus dijalankan sebaik-baiknya. Dengan jalan ini pula ia mengharapkan mampu memberikan manfaat, bukan semata untuk keluarga dan orang-orang terdekatnya, namun lebih sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat yang telah memilihnya.

Hal senada juga diutarakan anggota DPRD Kota Samarinda Novan Syahronni Passie. Menurut Novan ada banyak hal yang harus dipertanggungjawabkan dirinya dalam mengemban kepercayaan yang diamanahkan padanya saat ini. Ia mengungkap hal ini seraya menyebut terjunnya ia ke dunia politik bukan untuk keuntungan pribadi. Baginya, jauh sebelum terpilih, secara finansial ia merasa lebih dari cukup. Namun dirinya merasa terpanggil untuk mampu memberi sumbangsih lebih kepada masyarakat.

“Tapi yang harus dipahami, kami di dewan ini kan sifatnya kolektif kolegial. Tak ada keputusan yang bisa diambil sendiri. Jadi setiap aspirasi yang kami serap itu tentu akan disampaikan untuk kemudian diputuskan secara bersama,” tukas anggota Komisi 3 tersebut.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Angkringan Punakawan, Jalan Wijaya Kesuma Samarinda, Minggu (13/1) kemarin, suasana cair penuh keakraban. Selain yang datang merupakan teman-teman sekolah dari kedua legislator ini, sehingga acara berlangsung begitu santai. Bahkan Tyo pun sempat menyanyikan beberapa lagu di acara tersebut.

Selain itu sejumlah pertanyaan dari rekannya, baik yang bersifat pribadi maupun lainnya dijawab dengan lugas. Bahkan tak jarang diselipi dengan humor-humor.

“Intinya selama kami bisa membantu akan kami upayakan. Tapi kami menyadari bahwa kami juga jauh dari sempurna, masih banyak kekurangan dari kami semua. Dan sekali lagi, bukannya kami sombong, tapi memang sebagai anggota dewan kami memiliki tanggung jawab yang harus diprioritaskan. Jadi mohon dimaafkan jika ada teman-teman yang mengirim pesan tapi karena kendala waktu tak bisa kita jawab semuanya,” urai Tyo panjang lebar.

Dee

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *